belajar-melukis-anak-usia-10-12-tahun-kelas-advance
belajar-melukis-anak-usia-10-12-tahun-kelas-advance

Ayah dan Bunda, apakah Ananda memiliki ketertarikan mendalam pada dunia seni, desain, atau arsitektur?

Mungkin Ayah Bunda sering melihat buku catatannya penuh dengan sketsa, atau ia lebih betah berjam-jam di depan kanvas daripada bermain gadget. Jika Ananda bercita-cita melanjutkan studi ke Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) di universitas favorit (seperti ITB, ISI Yogyakarta, IKJ, atau kampus luar negeri), ada satu “syarat mutlak” yang harus dipersiapkan selain nilai akademik: Portofolio Seni.

Berbeda dengan jurusan lain, seleksi masuk sekolah seni mencari karakter, orisinalitas, dan konsistensi.

Dalam panduan lengkap ini, Eko Nugroho Art Class (ENAC) akan membahas mengapa persiapan portofolio tidak bisa dilakukan mendadak, dan bagaimana memilih program yang tepat sesuai usia Ananda.

Mengapa Portofolio Seni Itu Sangat Krusial?

Bagi orang awam, portofolio sering dianggap sekadar album foto karya terbaik. Namun, bagi tim penyeleksi di universitas, portofolio adalah rekam jejak visual yang menceritakan potensi calon mahasiswa.

Apa yang sebenarnya dinilai dari sebuah portofolio?

  1. Kemampuan Teknis (Skill): Apakah Ananda menguasai dasar anatomi, perspektif, dan komposisi warna?

  2. Proses Berpikir (Design Thinking): Bagaimana Ananda mengembangkan ide mentah menjadi karya jadi?

  3. Identitas Karya: Apakah karya Ananda memiliki ciri khas atau hanya meniru gaya yang sedang tren (misal: hanya bisa gambar anime)?

Kesalahan Terbesar: Sistem Kebut Semalam (SKS)

Banyak orang tua dan siswa baru menyadari persyaratan portofolio saat anak duduk di kelas 12 SMA. Ini adalah kesalahan fatal.

Membangun “tangan yang luwes” dan “mata yang peka” membutuhkan waktu tahunan. Memaksa anak membuat 10-15 karya orisinal dalam waktu satu bulan sebelum pendaftaran kuliah hanya akan menghasilkan karya yang terlihat kaku dan kurang matang.

Timeline Ideal Persiapan:

  • Usia 10-12 Tahun (SD Akhir): Fase pematangan teknik dasar.

  • Usia 13+ Tahun (SMP-SMA): Fase pencarian jati diri, eksplorasi konsep, dan penyusunan portofolio.

Solusi Eko Nugroho Art Class: Program Mana yang Cocok untuk Ananda?

Di Eko Nugroho Art Class, kami memiliki kurikulum berbasis PROSES. Kami percaya bahwa “hasil tidak akan mengkhianati proses”. Berikut adalah rekomendasi kelas berdasarkan usia dan target Ananda:

1. Program ADVANCE (Khusus Usia 10 – 12 Tahun)

Jika Ananda masih duduk di bangku SD kelas besar (Pra-Remaja), ini adalah fondasi awalnya.

  • Fokus: Memperdalam teknik dan penggunaan media seni rupa (cat air, akrilik, 2D/3D).

  • Target: Anak mampu menciptakan karya dengan ide orisinal dan gaya visual yang mulai terbentuk. Ini adalah masa transisi krusial sebelum mereka masuk ke tahap yang lebih serius.

  • Output: Kematangan motorik halus dan pemahaman logika bentuk.

2. Program VISION (Khusus Usia 13 Tahun ke Atas / Remaja)

Inilah “bengkel” utama untuk persiapan masa depan. Program ini didesain tidak berjenjang dan terpersonalisasi.

  • Syarat: Peserta didik sudah memiliki tujuan belajar (misal: “Saya ingin masuk FSRD ITB” atau “Saya ingin memperdalam aliran surealisme”).

  • Fokus: Fasilitator (instruktur) akan membimbing Ananda sesuai target spesifiknya. Jika targetnya adalah portofolio kuliah, maka kurikulum akan disesuaikan untuk memenuhi standar akademik universitas tujuan.

  • Target: Kepuasan peserta didik dalam mencapai skill spesifik dan menghasilkan karya dengan konsep yang matang.

Mengapa Memilih Eko Nugroho Art Class?

Belajar otodidak melalui YouTube memang baik, namun memiliki mentor profesional memberikan keuntungan lebih:

  • Feedback Konstruktif: Ananda akan tahu bagian mana yang perlu diperbaiki (proporsi, warna, atau konsep).

  • Lingkungan Kreatif: Bertemu dengan teman-teman yang memiliki minat sama akan memacu semangat berkarya.

  • Fasilitas Lengkap: Dukungan Art Shop memudahkan Ananda mendapatkan material seni berkualitas tanpa bingung mencari.

Ayah dan Bunda, mendaftarkan Ananda ke les gambar remaja bukan sekadar mengisi waktu luang. Ini adalah investasi pendidikan untuk memuluskan jalan mereka menuju karier impian di industri kreatif.

Siap mendukung bakat Ananda?

Jangan tunggu sampai kelas 12. Mari konsultasikan kebutuhan persiapan portofolio Ananda bersama kami sekarang.

👉 [Hubungi WhatsApp Kami untuk Jadwal Trial Gratis]


FAQ

Q: Kapan sebaiknya anak mulai les untuk persiapan portofolio kuliah desain? A: Waktu paling ideal adalah saat anak memasuki usia remaja (13 tahun ke atas) atau jenjang SMP. Di Eko Nugroho Art Class, mereka bisa masuk ke Program Vision, di mana kurikulumnya bisa disesuaikan khusus untuk penyusunan portofolio jangka panjang.

Q: Apakah anak yang hanya bisa gambar Anime boleh masuk FSRD? A: Boleh, namun portofolio tidak boleh 100% anime. Universitas seni biasanya mewajibkan calon mahasiswa melampirkan gambar bentuk (still life), suasana, dan anatomi realistis. Oleh karena itu, penting bagi anak untuk memperluas skill teknisnya melalui les gambar profesional agar portofolionya lebih variatif dan lolos seleksi.

Q: Apa bedanya Kelas Advance dan Kelas Vision di Eko Nugroho Art Class? A: Kelas Advance adalah kelas berjenjang untuk usia 10-12 tahun yang fokus pada pendalaman teknik dasar. Sedangkan Kelas Vision adalah kelas untuk usia 13 tahun ke atas yang bersifat personal (custom) sesuai tujuan siswa, misalnya khusus untuk persiapan portofolio kuliah atau pameran seni.

Q: Apakah Eko Nugroho Art Class menyediakan sertifikat? A: Ya. Selain sertifikat belajar, pengalaman mengikuti pameran (exhibition) yang rutin diselenggarakan oleh ENAC juga menjadi nilai tambah yang sangat berharga untuk dicantumkan dalam CV atau portofolio Ananda.


Siap mendukung langkah Ananda menuju kampus impian?

Jangan biarkan bakatnya terpendam atau tidak terarah. Konsultasikan kebutuhan persiapan portofolio Ananda bersama tim edukasi kami.

 👉 Daftar Kelas di Eko Nugroho Art Class Sekarang

📍 Lokasi: Jl. Poncowala, Kragilan, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta
💬 Hubungi kami: WhatsApp ENAC
📘 Program: Kursus Menggambar Anak di Jogja

(0)