Cara Masuk ISI Yogyakarta 2026
Cara Masuk ISI Yogyakarta 2026

Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta adalah perguruan tinggi seni negeri terkemuka di Indonesia  dan salah satu yang paling kompetitif untuk dimasuki, terutama untuk program studi di Fakultas Seni Rupa dan Desain. Artikel ini menyajikan panduan lengkap dan terkini berdasarkan Panduan Resmi PMB ISI Yogyakarta 2026 mulai dari jalur masuk, persyaratan dokumen, sistem seleksi dua tahap, hingga tips menyiapkan portofolio yang lolos.

ISI Yogyakarta menerima mahasiswa baru melalui tiga jalur: SNBP (prestasi rapor), SNBT (tes tulis nasional), dan Jalur Mandiri (portofolio + wawancara langsung di kampus). Untuk tahun akademik 2026/2027, Jalur Mandiri masih dibuka hingga 18 Juni 2026 dengan seleksi akhir pada 13–14 Juli 2026.


1. Mengenal ISI Yogyakarta: Mengapa Kampus Ini Istimewa?

Institut Seni Indonesia Yogyakarta didirikan berdasarkan Keputusan Presiden RI dan telah menjadi salah satu pusat pendidikan seni rupa dan pertunjukan terprestisius di Asia Tenggara. ISI Yogyakarta bukan sekadar kampus seni ia adalah ekosistem kreatif yang lahir dari dan tumbuh bersama kota yang selama berabad-abad menjadi pusat budaya Jawa dan seniman Indonesia.

Beberapa hal yang membuat ISI Yogyakarta berbeda dari program seni di universitas umum:

Spesialisasi penuh. Seluruh ekosistem kampus — pengajar, fasilitas, komunitas, budaya akademik — dirancang khusus untuk pendidikan seni. Tidak ada “persaingan perhatian” dengan program studi non-seni.

Rekam jejak alumni. Banyak seniman, desainer, animator, fotografer, dan kreator Indonesia yang dikenal secara nasional maupun internasional merupakan alumni ISI Yogyakarta. Jaringan ini menjadi aset besar bagi mahasiswanya.

Lokasi di Yogyakarta. Yogyakarta adalah kota dengan ekosistem seni paling aktif di Indonesia — puluhan galeri, ratusan komunitas seni, festival tahunan, dan pasar seni yang hidup. Kuliah seni di Yogyakarta artinya belajar di dalam ekosistemnya secara langsung.

Akreditasi. ISI Yogyakarta memiliki akreditasi Unggul (A) dari BAN-PT, yang menjadi standar kualitas yang diakui secara nasional.


2. Fakultas dan Program Studi yang Tersedia

ISI Yogyakarta memiliki tiga fakultas dengan total 24 program studi untuk jenjang S1 dan D4. Berikut rincian lengkapnya berdasarkan Panduan Resmi PMB 2026:

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Program studi yang relevan untuk calon mahasiswa dengan minat visual dan desain:

Program Studi Jenjang Fokus
Seni Murni S1 Seni Lukis, Seni Patung, Seni Grafis
Kriya S1 Kerajinan tekstil, logam, kayu, keramik
Desain Mode Kriya Batik D4 Fashion dan tekstil berbasis batik
Desain Interior S1 Perancangan ruang dan lingkungan binaan
Desain Komunikasi Visual S1 Grafis, branding, ilustrasi, media visual
Desain Produk S1 Perancangan produk industri dan kreatif
Desain Media D4 Media digital dan komunikasi visual
Tata Kelola Seni S1 Manajemen, kurasi, dan pengelolaan seni
Konservasi Seni S1 Pelestarian dan restorasi karya seni

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Bagi yang berminat di seni pertunjukan: Tari, Karawitan, Musik, Penciptaan Musik, Pendidikan Musik, Penyajian Musik (D4), Teater, Teater Musikal (D4), Etnomusikologi, Seni Pedalangan, dan Pendidikan Seni Pertunjukan.

Fakultas Seni Media Rekam (FSMR)

Untuk minat di bidang media visual: Fotografi, Film dan Televisi, Animasi (D4), dan Produksi Film dan Televisi (D4).


3. Tiga Jalur Masuk ISI Yogyakarta

ISI Yogyakarta menyediakan tiga jalur resmi penerimaan mahasiswa baru untuk program S1 dan D4:

Jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi)

Jalur ini berbasis prestasi akademik dan tidak menggunakan tes tulis. Seleksi SNBP menggunakan nilai rapor dan portofolio, diperuntukkan bagi siswa kelas 12 yang memiliki prestasi unggul, memiliki NISN, dan terdaftar di Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS).

Penting diketahui: seluruh program studi di ISI Yogyakarta masuk dalam kategori SOSHUM, namun menerima pendaftar dari semua jenis jurusan di SMA/SMK/yang sederajat — IPA, IPS, Bahasa, Agama, Seni, maupun Teknik. Artinya, latar belakang jurusan SMA tidak membatasi peluang mendaftar.

Status 2026: Pendaftaran SNBP 2026 telah ditutup pada Februari 2026.

Jalur SNBT (Seleksi Nasional Berbasis Tes)

Jalur tes nasional yang diselenggarakan oleh SNPMB secara terpusat. Hasil tes UTBK menjadi dasar seleksi, dikombinasikan dengan portofolio untuk program studi seni.

Status 2026: Pendaftaran SNBT 2026 telah ditutup.

Jalur Mandiri (Portofolio + Wawancara)

Jalur yang saat ini masih terbuka. Jalur Mandiri dibuka untuk program Sarjana (S1) dan Sarjana Terapan (D4) dengan pendaftaran berlangsung 18 Mei hingga 18 Juni 2026. Ini adalah jalur yang paling dapat dipersiapkan secara mandiri karena portofolio menjadi komponen utama penilaian.


4. Persyaratan Pendaftaran Jalur Mandiri 2026

Persyaratan Umum

Berdasarkan Panduan Resmi PMB Mandiri 2026 yang diterbitkan ISI Yogyakarta pada 18 Mei 2026:

Pendaftar adalah lulusan SMA/SMK/MA/Paket C semua jurusan yang dibuktikan dengan Ijazah/STTB dan SKHUN. Khusus lulusan 2026, cukup dibuktikan dengan Surat Keterangan Lulus disertai hasil nilai ujian sekolah yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah.

Pendaftar yang pernah tercatat sebagai mahasiswa di ISI Yogyakarta harus melaporkan secara tertulis kepada panitia.

Tidak ada batasan usia yang disebutkan dalam persyaratan umum — artinya lulusan tahun-tahun sebelumnya pun bisa mendaftar selama memenuhi persyaratan lainnya.

Persyaratan Kesehatan

Untuk Fakultas Seni Rupa: pendaftar tidak boleh buta warna menurut Dokter spesialis, tidak gagu, gagap, dan tidak memiliki cacat fisik yang dapat mengganggu proses studi.

Sertifikat pemeriksaan buta warna dari dokter spesialis mata menjadi dokumen yang perlu disiapkan. Pastikan ini sudah diurus jauh sebelum batas pendaftaran.

Jalur Afirmasi yang Tersedia

Selain jalur reguler, ISI Yogyakarta juga menyediakan jalur afirmasi untuk:

Afirmasi Daerah Tertinggal (3T) untuk pendaftar yang berdomisili di daerah tertinggal sesuai Perpres No. 63 Tahun 2020; Afirmasi Prestasi untuk pendaftar yang memiliki prestasi berskala nasional dalam 3 tahun terakhir; Afirmasi Perwakilan Daerah untuk utusan daerah yang dibuktikan dengan Surat Rekomendasi dari Dinas terkait; dan Afirmasi Disabilitas dengan kelengkapan formulir khusus dan surat keterangan dari dokter atau psikolog.


5. Jadwal Lengkap PMB Jalur Mandiri 2026/2027

Berikut adalah jadwal resmi PMB Jalur Mandiri ISI Yogyakarta tahun akademik 2026/2027 berdasarkan Panduan PMB yang diterbitkan 18 Mei 2026:

Tahapan Tanggal
Pendaftaran (Booking + Pengisian Form) 18 Mei – 18 Juni 2026
Unggah Portofolio 25 Mei – 18 Juni 2026, pukul 12.00 WIB
Batas Akhir Pendaftaran 18 Juni 2026, pukul 12.00 WIB
Pengumuman Seleksi Tahap 1 3 Juli 2026
Seleksi Tahap 2 (Luring, di Kampus) 13–14 Juli 2026
Pengumuman Hasil Akhir 24 Juli 2026, pukul 15.00 WIB

⚠️ Perhatian: Biodata yang sudah dimasukkan tidak dapat diubah kembali. Pastikan semua data — terutama nama lengkap, tanggal lahir, dan jenis kelamin — sesuai dengan dokumen resmi sebelum menekan tombol simpan.


6. Sistem Seleksi Dua Tahap: Cara Kerja Penilaiannya

Memahami sistem seleksi secara detail adalah kunci menyiapkan diri dengan tepat. Sistem seleksi dilaksanakan dalam dua tahap.

Tahap 1: Penilaian Online (Portofolio + Nilai Akademik)

Peserta yang telah melengkapi proses pendaftaran akan dilakukan penilaian berkas. Berkas yang dinilai adalah Nilai Akademik (Ujian Akhir Nasional atau Nilai Ujian Sekolah) dan karya portofolio yang diunggah. Hasil penilaian portofolio akan diumumkan tanggal 3 Juli 2026.

Pada tahap ini, penilai hanya melihat portofolio digital yang kamu unggah — tidak ada interaksi langsung. Inilah mengapa kualitas portofolio yang diunggah sangat menentukan: ia harus bisa “berbicara sendiri” tanpa penjelasan verbal.

Tahap 2: Seleksi Langsung di Kampus (Portofolio Asli + Wawancara)

Seleksi Tahap 2 hanya diperuntukkan bagi peserta yang dinyatakan lolos Tahap 1. Seleksi dilaksanakan secara langsung di kampus ISI Yogyakarta pada 13 dan 14 Juli 2026. Yang dinilai adalah karya/portofolio asli sesuai yang diunggah dan wawancara.

Ini adalah momen krusial: penilai akan memverifikasi bahwa karya yang diunggah benar-benar buatan pendaftar, sekaligus menilai kemampuan pendaftar menjelaskan dan mendiskusikan karyanya. Anak yang bisa bercerita dengan meyakinkan tentang proses kreatif di balik karyanya memiliki keunggulan signifikan di tahap ini.


7. Panduan Portofolio: Apa yang Dicari Penilai?

Portofolio adalah jantung dari seleksi masuk ISI Yogyakarta. Kesalahan terbesar yang dilakukan calon pendaftar adalah menyiapkan portofolio yang sekadar mengumpulkan karya terbanyak tanpa mempertimbangkan narasi dan perkembangan yang ditunjukkan.

Berikut prinsip-prinsip yang perlu dipahami sebelum menyusun portofolio:

Tunjukkan Proses, Bukan Hanya Hasil

Penilai ISI Yogyakarta adalah akademisi dan praktisi seni yang tahu betul bahwa karya yang “sempurna” tidak selalu mencerminkan kemampuan terbaik. Yang mereka cari adalah bukti proses berpikir kreatif — sketsa awal, eksperimen, karya yang gagal dan kemudian diperbaiki, serta evolusi dari satu karya ke karya berikutnya.

Sertakan foto proses, sketsa awal, dan penjelasan singkat tentang mengapa kamu membuat keputusan kreatif tertentu.

Konsistensi Lebih Bernilai dari Keberagaman

Lebih baik menampilkan 8–10 karya yang menunjukkan gaya dan kemampuan yang konsisten dibandingkan 20 karya dari berbagai teknik yang tidak terhubung. Konsistensi adalah bukti bahwa kamu sudah menemukan “suara visual” kamu sendiri — bukan hanya mencoba-coba.

Sesuaikan dengan Program Studi yang Dituju

Portofolio untuk Seni Murni berbeda dari portofolio untuk Desain Komunikasi Visual. Pastikan karya-karya yang ditampilkan relevan dengan prodi pilihan:

Program Studi Jenis Karya yang Relevan
Seni Murni (Lukis) Lukisan dengan berbagai media, gambar dari observasi
Seni Murni (Patung) Karya 3D, konstruksi, eksplorasi material
Seni Murni (Grafis) Cetak saring, linocut, etsa, atau digital grafis
Desain Komunikasi Visual Ilustrasi, layout, tipografi, identitas visual
Desain Interior Sketsa ruang, konsep desain, gambar teknis dasar
Fotografi Karya foto yang menunjukkan komposisi dan narasi
Animasi Gambar karakter, storyboard, motion sketch

Kualitas Dokumentasi Karya

Karya terbaik yang difoto dengan buruk akan terlihat biasa saja. Foto karya di bawah cahaya yang cukup, tanpa bayangan yang mengganggu, dan pastikan resolusi cukup tinggi untuk memperlihatkan detail.

Pernyataan Artistik yang Otentik

Beberapa program studi meminta artist statement singkat yang menjelaskan motivasi dan pendekatan kreatif pendaftar. Tulis ini dengan jujur dan spesifik — hindari kalimat klise seperti “saya suka seni sejak kecil.” Ceritakan sesuatu yang konkret: karya apa yang paling bermakna bagimu, dan mengapa.


8. Biaya Pendidikan: UKT dan IPI

Berdasarkan Panduan Resmi PMB Mandiri 2026 yang mengacu pada Peraturan Rektor Nomor 04 Tahun 2024:

Biaya Pendaftaran

Biaya pendaftaran sebesar Rp 250.000,- dibayarkan melalui bank tertunjuk. Biaya yang sudah dibayarkan tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apapun.

Uang Kuliah Tunggal (UKT)

UKT per semester untuk seluruh program studi S1 dan D4 berkisar antara Rp 500.000,- hingga Rp 7.500.000,- per semester. Khusus program Tata Kelola Seni dan Konservasi Seni, UKT maksimum adalah Rp 6.000.000,- per semester.

UKT bersifat progresif berdasarkan kemampuan ekonomi keluarga — mahasiswa dari keluarga dengan penghasilan rendah akan mendapatkan UKT di kelompok bawah.

Iuran Pengembangan Institusi (IPI)

Mahasiswa yang diterima melalui Jalur Mandiri diwajibkan membayar Iuran Pengembangan Institusi (IPI) sebesar Rp 2.000.000,- hingga Rp 12.000.000,- sesuai Peraturan Rektor Nomor 04 Tahun 2024. UKT semester pertama dan IPI wajib dibayar lunas sesuai jadwal pembayaran.

IPI adalah komponen yang tidak ada di jalur SNBP dan SNBT — ini adalah salah satu perbedaan biaya yang perlu dipertimbangkan saat memilih jalur.

KIP-Kuliah

Bagi pendaftar KIP-Kuliah, diwajibkan mengunggah Kartu Peserta KIP Kuliah pada isian form data ekonomi. Kuota KIP Kuliah pada Jalur Mandiri ditentukan berdasarkan sisa kuota dari Jalur SNBP dan SNBT.

Bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu, program KIP-Kuliah sangat direkomendasikan untuk diajukan — bisa menghapus seluruh beban UKT selama masa studi.


9. Tips Lolos Seleksi ISI Yogyakarta dari Pengajar Seni

Berdasarkan pengalaman mendampingi siswa mempersiapkan diri masuk perguruan tinggi seni, berikut tips yang paling berdampak:

Tip 1: Mulai Menyiapkan Portofolio Minimal 6 Bulan Sebelumnya

Portofolio yang kuat tidak bisa dibuat dalam seminggu. Ia membutuhkan waktu untuk bereksperimen dengan media, menemukan karya yang paling representatif, dan menyusunnya menjadi narasi yang kohesif. Calon pendaftar yang mulai menyiapkan portofolio enam bulan sebelum pendaftaran memiliki kualitas yang jauh berbeda dari yang memulai sebulan sebelumnya.

Tip 2: Gambar dari Observasi, Bukan dari Referensi Internet

Salah satu hal yang paling mudah diidentifikasi oleh penilai berpengalaman adalah apakah karya dihasilkan dari pengamatan langsung atau sekadar meniru referensi visual dari internet. Latih kebiasaan menggambar dari objek nyata — model manusia, benda mati, pemandangan langsung. Ini melatih kepekaan visual yang tidak bisa dipalsukan.

Tip 3: Kuasai Teknik Dasar dengan Sangat Baik, Sebelum Bereksperimen dengan Gaya

Banyak calon pendaftar yang terlalu cepat ingin memiliki “gaya unik” sebelum menguasai teknik dasar. Penilai ISI Yogyakarta sangat menghargai kemampuan teknis yang solid — anatomi yang benar, proporsi yang tepat, pemahaman cahaya dan bayangan yang kuat. Dari fondasi teknis yang kuat, gaya personal akan lahir secara organik.

Tip 4: Persiapkan Diri untuk Wawancara Tahap 2

Wawancara bukan hanya tentang menjelaskan karya — ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa kamu adalah calon mahasiswa yang sadar secara artistik dan memiliki visi yang jelas. Latih kemampuan menjawab pertanyaan seperti: “Mengapa kamu memilih prodi ini?”, “Siapa seniman yang paling mempengaruhi cara pandangmu?”, “Apa yang ingin kamu pelajari yang belum bisa kamu pelajari sendiri?”

Tip 5: Pelajari Karya Seniman Alumni ISI Yogyakarta

Mengenal ekosistem seni ISI Yogyakarta — siapa saja seniman alumni yang berpengaruh, bagaimana tradisi dan inovasi berdampingan di kampus ini — menunjukkan bahwa kamu benar-benar tertarik, bukan sekadar “coba-coba mendaftar.” Ini terlihat dari cara bicara dan pemilihan kata dalam wawancara.

Tip 6: Jangan Remehkan Nilai Akademik (Ujian Sekolah)

Di Tahap 1, komponen penilaian adalah kombinasi nilai akademik dan portofolio. Nilai ujian sekolah yang rendah bisa menjadi penghambat meski portofolio sangat bagus. Pastikan nilai akademik di tahun terakhir SMA dipertahankan sebaik mungkin.

Tip 7: Belajar di Lingkungan yang Memberikan Umpan Balik Nyata

Belajar menggambar sendiri di rumah punya keterbatasan krusial: tidak ada yang bisa mengoreksi kebiasaan yang salah. Calon pendaftar yang belajar di kelas seni dengan pengajar berpengalaman — yang bisa memberikan umpan balik langsung dan terstruktur — memiliki perkembangan yang jauh lebih cepat dan portofolio yang jauh lebih kuat.


10. Mulai dari Mana? Persiapan yang Bisa Dimulai Sekarang

Membaca panduan ini adalah langkah pertama. Berikut urutan tindakan nyata yang bisa dilakukan sekarang:

Jika kamu masih kelas 10–11 SMA: Ini adalah waktu terbaik untuk membangun fondasi. Mulai kelas seni yang terstruktur, bangun kebiasaan sketchbook harian, dan mulai mengumpulkan karya. Dua hingga tiga tahun adalah waktu yang cukup untuk membangun portofolio yang sangat kuat.

Jika kamu kelas 12 SMA: Fokus pada dua hal secara paralel — nilai akademik ujian sekolah dan persiapan portofolio. Prioritaskan kelas seni intensif yang bisa memberikan umpan balik langsung pada karya yang akan kamu masukkan ke portofolio.

Jika kamu sudah lulus SMA: Jalur Mandiri terbuka untuk lulusan semua tahun. Manfaatkan waktu untuk mempersiapkan portofolio yang benar-benar matang — tidak ada tekanan deadline sekolah, sehingga kamu bisa benar-benar fokus pada kualitas karya.


Kelas Persiapan Portofolio ISI di Yogyakarta

Bagi kamu yang berada di wilayah Yogyakarta dan ingin mempersiapkan diri masuk ISI Yogyakarta dengan bimbingan yang terstruktur, Eko Nugroho Art Class (ENAC) di Mlati, Sleman membuka program Kelas Vision — program yang dirancang khusus untuk usia 13 tahun ke atas dengan fasilitasi tujuan belajar yang disesuaikan secara individual.

Berbeda dari kelas reguler yang mengikuti kurikulum generik, Kelas Vision di ENAC bekerja berdasarkan tujuan spesifik siswa — termasuk persiapan portofolio untuk seleksi masuk perguruan tinggi seni seperti ISI Yogyakarta. Pengajar bekerja bersama siswa untuk mengidentifikasi kekuatan visual yang sudah dimiliki, mengisi celah teknis yang perlu diperkuat, dan membantu menyusun portofolio yang kohesif dan representatif.

Pendekatan ENAC yang menekankan proses di atas hasil sangat sejalan dengan apa yang dicari penilai ISI Yogyakarta — bukan karya yang sempurna secara teknis, tapi karya yang menunjukkan proses berpikir kreatif yang autentik dan berkembang.

📞 Kunjungi Studio & Art Shop Kami:

👉 Daftar Kelas di Eko Nugroho Art Class Sekarang


11. FAQ: Pertanyaan Umum Calon Mahasiswa ISI Yogyakarta {#11-faq}

Apakah harus dari jurusan IPA atau IPS untuk bisa masuk ISI Yogyakarta? Tidak. Berdasarkan panduan resmi PMB ISI Yogyakarta, seluruh program studi menerima pendaftar dari semua jenis jurusan SMA/SMK — IPA, IPS, Bahasa, Agama, Seni, maupun Teknik. Latar belakang jurusan tidak menjadi penghalang.

Apakah ada batas usia untuk mendaftar ISI Yogyakarta? Tidak ada batas usia yang disebutkan dalam persyaratan umum PMB 2026. Selama memiliki ijazah SMA/SMK/MA/Paket C, kamu bisa mendaftar terlepas dari tahun kelulusan.

Apa yang harus dilakukan jika dinyatakan buta warna parsial? Untuk Fakultas Seni Rupa dan Desain, persyaratan kesehatan mensyaratkan tidak buta warna menurut dokter spesialis. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan buta warna — bahkan parsial — ini bisa menjadi hambatan untuk program studi tersebut. Pertimbangkan program studi lain di luar Fakultas Seni Rupa, atau konsultasikan dengan pihak PMB ISI Yogyakarta untuk informasi lebih lanjut.

Berapa karya yang idealnya ada dalam portofolio untuk Jalur Mandiri? Panduan portofolio resmi ISI Yogyakarta merinci ketentuan spesifik per program studi. Secara umum, kualitas jauh lebih penting dari kuantitas — 10 karya yang kuat dan kohesif selalu lebih baik dari 25 karya yang beragam tanpa benang merah.

Apakah Jalur SNBT masih bisa digunakan untuk masuk ISI Yogyakarta jika tidak lolos SNBT utama? Tidak — hasil SNBT hanya berlaku untuk seleksi SNBT di tahun yang sama. Jika tidak lolos SNBT, pilihan yang tersisa adalah Jalur Mandiri atau mendaftar ulang di tahun berikutnya melalui SNBP/SNBT.

Apakah bisa memilih dua program studi yang berbeda fakultas sekaligus? Tidak. Berdasarkan panduan resmi 2026, pendaftar bisa memilih dua program studi pilihan, namun keduanya harus berada dalam satu fakultas yang sama. Pilihan lintas fakultas tidak diperbolehkan dalam satu formulir pendaftaran.

Kapan IPI harus dibayar? IPI harus dibayar lunas bersamaan dengan UKT semester pertama, sesuai jadwal pembayaran yang diumumkan setelah pengumuman kelulusan. IPI hanya berlaku untuk mahasiswa yang masuk melalui Jalur Mandiri — mahasiswa yang masuk via SNBP dan SNBT tidak dikenakan IPI.


Penutup

Masuk ISI Yogyakarta bukan hanya tentang kemampuan menggambar yang tinggi. Penilai mencari calon mahasiswa yang memiliki rasa ingin tahu yang tulus tentang seni, kemampuan berpikir kreatif yang berkembang, dan kesadaran visual yang otentik — semua ini tercermin dari portofolio dan cara pendaftar berbicara tentang karyanya saat wawancara.

Persiapan yang paling efektif dimulai jauh sebelum tanggal pendaftaran: membangun kebiasaan berkarya, memperkuat fondasi teknis, dan mengembangkan “suara visual” yang konsisten.

Bagi kamu di Yogyakarta yang ingin memulai atau mengintensifkan persiapan itu, Eko Nugroho Art Class (ENAC) siap mendampingi perjalananmu — dari fondasi paling awal hingga portofolio yang siap menghadapi seleksi.

👉 Hubungi ENAC via WhatsApp 087839414101 atau kunjungi ekonugrohoartclass.com untuk informasi Kelas Vision


Artikel ini disusun berdasarkan Panduan Resmi PMB Jalur Mandiri Sarjana dan Sarjana Terapan ISI Yogyakarta Tahun Akademik 2026/2027, diterbitkan 18 Mei 2026. Selalu cek laman resmi pmb.isi.ac.id untuk informasi terbaru karena ketentuan dapat berubah sewaktu-waktu.

(0)