Peran Seni pada Tumbuh Kembang Anak

August 28, 2017 Artikel

Hai Artclass…

Kali ini kita belajar sedikit yuk tentang manfaat dari seni. Siapa sangka ternyata seni memiliki peran dalam perkembangan anak. Apa saja peran seni pada perkembangan anak? Mari kita bahas satu per satu. Manfaat seni yang pertama yakni untuk melatih kemampuan motorik anak.

Dalam pembuatan sebuah karya seni, tanpa kita sadari banyak gerakan-gerakan yang dapat melatih kemampuan motorik anak, seperti memegang kuas, menggunting dengan benar, memegang crayon dan sebagainya. Menurut National Institutes of Health, pada anak usia 3 tahun seharusnya sudah memiliki kemampuan menggambar sebuah lingkaran dan sudah dapat menggunakan gunting meskipun pola guntingannya masih belum lurus dan tepat.  Pada usia 4 tahun, anak sudah dapat menggambar persegi dan sudah dapat memotong  garis dengan lurus dan tepat. Terdengar simpel bukan? Yuk mulai ajarkan seni pada anak sejak usia dini, karena masih banyak manfaat yang berguna bagi tumbuh kembangnya.

Dalam proses tumbuh kembang anak, seni juga berfungsi untuk pengembangan bahasa mereka. Melalui seni dapat dijadikan media untuk anak-anak mengolah kosakata mereka, untuk  mengenal macam-macam warna dan mengenal berbagai bentuk. Pada saat balita, orangtua juga dapat melakukan berbagai aktivitas yang sederhana seperti: menggulung dan membuat bulatan dari kertas  dan menyebutnya itu sebagai sebuah bola (karena bentuknya yang menyerupai bola). Ketika anak berada di bangku sekolah dasar, ia sudah bisa mendeskripsikan sebuah karya seni, mengutarakan tentang apa yang ia fikirkan dan imajinasikan. Bahkan deskripsi dari masing-masing anak pun berbeda, karena masing-masing anak memiliki imajinasi yang berbeda-beda pula.  Terdengar sangat sederhana ya… ternyata banyak manfaat seni yang terkadang tidak kita sadari, namun sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak.

Manfaat seni yang ketiga yakni seni dapat digunakan untuk proses pengambilan keputusan. Pendidikan seni akan membantu seseorang untuk memecahkan masalah dan berpikir lebih kritis. Melalui pembelajaran seni dan dalam proses membuat karya seni, anak akan banyak memiliki pengalaman saat ia akan mengambil keputusan dan memilih opsi tersebut. Contoh sederhananya: saat sang anak menentukan objek yang akan dia gambar dan media yang akan ia gunakan, dalam hal ini anak akan terlatih untuk mengambil sebuah keputusan.  Senada yang dikatakan oleh MarryAnn Kohl seorang pengajar seni dan penulis beberapa buku tentang Pendidikan Seni pada Anak-Anak, “Jika mereka bereksplorasi, berpikir, bereksperimen, dan mencoba sesuatu hal yang baru, maka kreativitas mereka akan berkembang”. Wow…lagi-lagi seni sangat berperan pada tumbuh kembang anak, sehingga tak ada salahnya memfasilitasi anak-anak kita untuk mengeksplor apa yang ingin ia coba dan lakukan.

Dalam proses tumbuh kembang anak, seni juga berfungsi untuk pembelajaran visualisasi mereka.  Menggambar, memahat, dan meronce manik-manik dengan benang merupakan beberapa kegiatan yang mampu mengembangkan ketrampilan visual. Saat ini, melalui teknologi gadget dapat melatih visualisasi anak. Bahkan, balita yang belum bisa membacapun tahu cara mengoperasikan smartphone maupun tab. Dari media tersebut, anak-anak dapat mengikuti segala informasi visual yang disajikan. Informasi visual dapat berupa gambar dan benda tiga dimensi, baik dari media digital, buku ataupun televisi. Yang perlu disadari orang tua, saat ini anak-anak lebih banyak belajar dari sumber grafis. Berbeda ketika di zaman orang tua terlebih dahulu yang masih minim bahkan belum tersentuh perkembangan internet.

Menurut Dr. Kerry Freedman, Kepala Pendidikan Seni dan Desain di Northerm lllinois University mengatakan bahwa, “Anak-Anak perlu lebih banyak tau tentang dunia daripada apa yang bisa mereka pelajari melalui teks dan angka. Pendidikan Seni mengajarkan siswa bagaimana menafsirkan, mengkritik dan menggunakan informasi visual serta bagaimana membuat pilihan berdasarkan informasi visual yang ia dapat.” Pengetahuan tentang seni visual seperti simbol grafis, sangat membantu anak-anak menjadi konsumen yang cerdas. Tak heran, banyak anak-anak yang sudah turut serta memutuskan memilih produk yang akan ia beli, karena ia banyak belajar dan melihat simbol grafis dari logo-logo pemasaran. Contoh: anak balita yang sering menonton iklan biskuit, melalui kemasan ataupun logo yang tertera pada bungkus makanan tersebut, sang anak mampu mengenali dan mengingat informasi visual yang ada didalamnya. Sehingga ketika diajak sang Ibu berbelanja, sang anak mampu memilih sendiri makanan yang ia inginkan.

Sehingga kita sebagai para orangtua, perlu kiranya untuk membantu anak-anak kita untuk mengarahkan dan mendapatkan informasi visual yang memang pantas diterima di usianya.

Sekarang kita lanjutkan pembahasan manfaat seni yang kelima ya. Melalui pembelajaran seni kita dapat menciptakan penemuan baru. Ketika anak didorong untuk mengespresikan diri dalam memciptakan sebuah karya seni, maka daya inovasi yang ada pada dalam dirinya akan lebih terlatih.

Menurut Kohl, “orang-orang yang dibutuhkan di masa mendatang adalah masyarakat yang mampu berpikir, menciptakan sesuatu yag baru dan melakukan perubahan yg lebih baik bukan orang-orang yang hanya mengikuti instruksi”. Seni adalah cara untuk mendorong seseorang mencari pengalaman baru, berpikir hal yang baru, dan membuat segalanya menjadi lebih baik lagi.  Sehingga jika anak ingin mencoba sesuatu hal yang baru, sebaiknya jangan dibatasi ya. Yuk fasilitasi anak-anak kita untuk menciptakan inovasi-inovasi barunya melalui seni.

Berikutnya tentang manfaat seni yang keenam, seni juga berperan dalam kesadaran budaya lho Art Class. Seiring kita hidup dalam masyarakat yang semakin beragam, menyebabkan pada berbagai kelompok juga menghadirkan pesan yang beragam. Kebudayaan dapat berwujud sebagai sebuah ide, gagasan atau norma yang tercipta pada kehidupan bermasyarakat. Selain itu keberagaman dan aktivitas manusia dalam bermasyarakat juga membentuk sebuah kebudayaan. Kebudayaan juga dapat berwujud sebagai benda-benda hasil karya seseorang. Nah.. dalam keseharian kita sering menjumpai beberapa mainan anak yang beragam, ataupun hasil karya seniman yang beragam. Sehingga mengajarkan anak-anak untuk mengenali hasil karya yang dibuat oleh seniman akan membantu anak-anak untuk memahami konsep bahwa apa yang mereka lihat mungkin merupakan interpretasi seseorang terhadap realita. Keragaman interpretasi mengajarkan kita juga untuk bagaimana menghargai karya orang lain.

Manfaat seni pada tumbuh kembang anak point yang terakhir adalah seni berfungsi untuk meningkatkan performa akdemik anak.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi antara seni dan prestasi lainnya. Bahwa seorang anak yang melakukan kegiatan seni secara rutin, maka ia cenderung memiliki prestasi akademik empat kali lebih baik daripada anak-anak yang tidak rutin melakukan kegiatan seni. Waah… sepertinya perlu dibuktikan ya Art Class. Ternyata banyak sekali benefit nya ketika kita mempelajari seni, sehingga tidak ada salahnya ya.. jika kita mulai mengajarkan dan memperkenalkan seni pada anak di usia dini. Yuk gabung dan belajar seni bersama Eko Nugroho Art Class. Kita tunggu yaa…

Reference:
The Importance of Art in Child Development by Grace Hwang Lynch

Share this: