
Banyak orang tua merasa sudah mendukung anak saat berkata,
“Wah, gambarnya bagus banget.”
Padahal, cara mengapresiasi karya anak punya dampak jangka panjang. Bukan cuma soal perasaan senang sesaat, tapi tentang bagaimana anak:
- memandang usahanya sendiri
- berani berekspresi
- menyikapi kegagalan
- membangun kepercayaan diri
Apresiasi yang keliru, meski terdengar positif, bisa membuat anak berkarya demi pujian, bukan karena dorongan dari dalam diri.
Artikel ini membahas secara lengkap:
- arti apresiasi karya anak yang sebenarnya
- kesalahan umum orang tua saat memuji
- cara mengapresiasi karya anak dengan tepat
- dampak jangka panjang bagi mental dan kreativitas anak
Kenapa Cara Mengapresiasi Karya Anak Itu Penting?
Bagi anak, gambar bukan sekadar hasil visual.
Itu adalah:
- ekspresi perasaan
- proses berpikir
- usaha dan keberanian mencoba
- bentuk komunikasi non-verbal
Respons orang tua akan membentuk satu pola penting:
anak berkarya untuk dirinya sendiri atau untuk validasi orang lain.
Inilah alasan apresiasi tidak bisa asal puji.
Kesalahan Umum Orang Tua Saat Mengapresiasi Karya Anak
1. Pujian Terlalu Umum dan Otomatis
Kalimat seperti:
- “Bagus banget!”
- “Pintar!”
- “Keren!”
Masalahnya:
- tidak memberi makna
- tidak membantu anak memahami kekuatannya
- membuat anak menunggu reaksi orang dewasa
Lama-lama anak berkarya demi satu hal: pujian.
2. Membandingkan dengan Anak Lain
“Ini lebih bagus dari punya temannya.”
Perbandingan membuat anak:
- takut kalah
- fokus ke hasil, bukan proses
- ragu bereksperimen
Seni kehilangan maknanya sebagai ruang aman.
3. Mengoreksi di Momen yang Salah
“Kok warnanya begini?”
“Harusnya tangannya di sini.”
Koreksi terlalu cepat bisa:
- mematikan rasa bangga anak
- membuat anak ragu pada idenya sendiri
Apresiasi seharusnya datang sebelum evaluasi, terutama pada anak.
Prinsip Dasar Mengapresiasi Karya Anak dengan Tepat
Sebelum bicara contoh kalimat, pahami dulu prinsip ini.
1. Fokus pada Proses, Bukan Hasil
Yang patut diapresiasi:
- usaha
- ketekunan
- keberanian mencoba
- eksplorasi ide
Bukan sekadar “rapi” atau “mirip”.
2. Dengarkan Cerita di Balik Karya
Setiap gambar punya makna menurut anak.
Dengan bertanya dan mendengar:
- anak merasa dihargai
- anak merasa didengar
- anak belajar mengekspresikan ide
3. Apresiasi Bukan Pujian Berlebihan
Apresiasi adalah pengakuan, bukan sanjungan.
Tujuannya:
- membangun kepercayaan diri sehat
- bukan menciptakan tekanan baru
Contoh Cara Mengapresiasi Karya Anak yang Tepat
1. Sebutkan Hal Spesifik
Alih-alih:
“Bagus banget gambarnya.”
Coba:
“Aku lihat kamu pakai banyak warna cerah di gambar ini.”
Anak belajar mengenali pilihannya sendiri.
2. Gunakan Pertanyaan Terbuka
Contoh:
- “Ini ceritanya apa?”
- “Bagian mana yang paling kamu suka?”
Pertanyaan ini membuat anak:
- reflektif
- percaya diri
- tidak defensif
3. Apresiasi Usaha dan Proses
“Kelihatan kamu lama ngerjain bagian ini.”
Pesan yang tertanam:
- usaha itu penting
- proses dihargai
4. Validasi Perasaan Anak
Jika anak berkata:
“Aku capek tapi senang.”
Respon:
“Wajar capek, kamu sudah berusaha.”
Ini membantu anak mengenali emosinya.
Bagaimana Jika Karyanya Terlihat Kurang?
Tidak perlu berbohong, tapi jangan merendahkan.
Contoh respon sehat:
“Kali ini kamu lagi mencoba hal baru ya.”
Atau:
“Gambarnya beda dari biasanya, menarik.”
Tetap jujur, tetap suportif.
Dampak Jangka Panjang Apresiasi yang Tepat
Anak yang diapresiasi dengan cara sehat cenderung:
- lebih percaya diri
- tidak takut salah
- berani mencoba hal baru
- punya motivasi intrinsik
Ini berpengaruh ke sekolah, pergaulan, dan masa depan.
Rekomendasi Lingkungan Belajar Seni untuk Anak
Selain di rumah, lingkungan belajar seni sangat menentukan bagaimana anak memaknai karyanya.
Lingkungan yang sehat adalah yang:
- tidak menyamakan semua anak
- tidak mengejar lomba sebagai tujuan utama
- menghargai proses dan ekspresi
- memberi teknik tanpa mematikan imajinasi
Pendekatan ini diterapkan di Eko Nugroho Art Class, di mana anak:
- belajar menggambar tanpa tekanan
- dikenalkan teknik secara bertahap
- bebas berekspresi tanpa takut dinilai
- dihargai sebagai individu kreatif
Anak belajar bahwa karya tidak perlu sempurna untuk layak dihargai.
Kesalahan Kecil yang Sebaiknya Dihindari
Beberapa hal yang sering luput:
- hanya memajang karya “terbaik”
- memberi hadiah setiap kali menggambar
- menjadikan pujian sebagai alat kontrol
Hal kecil ini bisa menggeser makna berkarya.
Penutup
Mengapresiasi karya anak bukan soal kata-kata manis, tapi cara menghargai usaha dan ekspresi mereka.
Dengan apresiasi yang tepat:
- anak merasa aman
- anak berani bereksperimen
- anak tumbuh percaya diri
Jika Mom & Dad ingin anak berkembang di lingkungan seni yang menghargai proses, ekspresi, dan karakter unik tiap anak, Eko Nugroho Art Class adalah ruang belajar yang dirancang untuk itu.
Bukan untuk memaksa anak jadi seniman, tapi untuk membantu anak tumbuh utuh lewat seni.
👉 Daftarkan si kecil ke ENAC sekarang, dan jadikan liburan mereka lebih berwarna!
📍 Lokasi: Jl. Poncowala, Kragilan, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta
💬 Hubungi kami: WhatsApp ENAC
📘 Program: Kursus Menggambar Anak di Jogja
